Dwiasharialdy.

Adalah seorang mahasiswa tingkat akhir pada Program Study Ilmu Komputer UPI Bandung, freelance web developer dan kalo-lagi-bener-bener-bener-mood bloger.

Anda dapat melihat biodata serta CV saya di LinkedIn. Mengikuti aktifitas saya di Facebook atau Twitter. Melihat bookmark saya melalui Diigo. Atau mengunjungi repositori kode program saya di Github.

Namun cara terbaik untuk menghubungi saya adalah melalui email.


Terkecuali yang telah ditandai, seluruh isi situs ini berlisensi
(CC) by-nc-sa 3.0

2008.11.29

Me, My Notebook and Linux

Notebook saia ini adalah sebuah Acer Aspire 4530. Benda ini saya beli saat bulan puasa pada bulan september lalu. Saya membelinya sebelum dolar naik, jadi (mungkin) harganya masih tidak semahal saat ini. Notebook ini sangat membantu saya dalam melakukan berbagai pekerjaan baik tugas kuliah maupun kerjaan dari kantor. Yang paling penting, saya tidak perlu lagi duduk berjam-jam di depan komputer tua saya hingga pegal-pegal dan pantat saya terasa sakit saat mengerjakan kerjaan (jika anda belum tahu, saya adalah seorang tukang ketik kode program). Tapi kini saya bisa mengerjakan segala sesuatu dengan notebook ini dalam berbagai posisi: duduk; selonjoran; tengkurap; sambil nonton TV dan berbagai posisi lainnya yang tidak perlu anda ketahui. Intinya notebook ini menjadi benda terpenting bagi saya (paling tidak untuk saat ini) yang telah menggantikan komputer berusia – kira-kira – 6 tahun pemberian orang tua saya yang sebelumnya telah menjadi work horse bagi saya. Saking pentingnya benda ini untuk saya, sampai-sampai pernah membuat seseorang jealous karena perhatian saya lebih banyak tertuju pada notebook ini, namun hal ini tampaknya tidak perlu saya bahas disini ;-P

Salah satu hal yang cukup membuat saya sibuk dengan notebook ini adalah perihal sistem operasi. Sejak notebook ini tidak disertai dengan sistem operasi yang legal (baca:windows) maka untuk menghindari sweeping ;-P, saya membutuhkan sebuah sistem operasi yang murah dan legal. Pilihan saya tentu saja jatuh pada linux karena selain gratis, linux pun powerfull. Namun karena notebook ini merupakan notebook keluaran baru, tidak semua linux kompatible dan dapat langsung beroperasi dengan mulus setelah diinstalkan. Setelah googling, akhirnya saya menemukan beberapa distro yang beroperasi cukup baik pada notebook saya ini. Pada saat saya melakukan pencarian tersebut, hanya OpenSuse 11, Mandriva 2008.1 saja yang dilaporkan dapat beroperasi cukup baik, walaupun – katanya – masih banyak device yang belum terdeteksi.

Akhirnya saat itu saya memutuskan untuk menggunakan OpenSuse 11, karena seingat saya, OpenSuse selalu memiliki tampilan dan artwork yang cukup baik dibandingkan dengan distro lainnya. Memang benar, dari proses installasi hingga beroperasi tidak ditemukan kendala berarti. Namun memang untuk beberapa device belum terdeteksi, dan parahnya device tersebut adalah device-device yang cukup penting seperti wi-fii, soundcard dan graphic card. Namun setelah mengupgrade kernel dan menginstall driver NVIDIA, semua kendala tersebut dapat diatasi dan saya dapat menikmati notebook saya dengan cukup puas.

Penggunaan OpenSuse pada notebook ini tidak berlangsung cukup lama. Karena beberapa minggu setelah itu, Saya mencoba untuk menggunakan Mandriva 2009. Dengan kernel 26.2.7 nya, ternyata hampir semua device di notebook saya ini dapat terdeteksi dan beroperasi kecuali webcam, namun itu tidak terlalu penting bagi saya. Setelah itu saya menggunakan Mandriva One 2009 untuk waktu yang cukup lama.

Namun setelah sekian lama saya menggunakan Mandriva, saya merasakan salah satu kekurangan pada Mandriva, yaitu sulitnya untuk mengupdate dan menginstallkan aplikasi yang saya butuhkan. Hal ini disebabkan karena tidak adanya miror local yang menyediakan repository mandriva dan tidak ada yang menjual dvd berisi repositorynya di indonesia (setidaknya pada saat itu). Akhirnya saya mencoba menggunakan Ubuntu 8.10. Alasan saya untuk mencoba ubuntu adalah karena Ubuntu adalah distro linux yang paling banyak digunakan saat ini, selain itu banyak miror-miror lokal yang menyediakan repositorynya. Awalnya saya mencoba versi 64 bit untuk prosesor amd, namun sejak proses booting pun tidak berjalan lancar dan sama sekali tidak dapat masuk ke sistem linuxnya. Kemudian saya mencoba versi i386nya. Hasilnya cukup memuasakan, walaupun driver graphic cardnya tidak langsung dapat digunakan. Selain itu terdapat masalah pada driver wi-fii, ubuntu menginstalkan versi driver yang berbeda dengan versi wi-fii adapter yang terdapat di notebook saya. Akhirnya setelah googling saya dapat menyelesaikan masalah ini, yaitu dengan memakai driver untuk windows dengan bantuan ndiswrapper.

Untuk waktu yang tidak ditentukan, saya pikir saya akan cukup nyaman menggunakan Ubuntu. Hampir semua yang saya butuhkan tersedia di Ubuntu dari mulai tugas kuliah hingga pekerjaan dapat saya kerjakan pada ubuntu, kecuali mungkin untuk bermain game, saya masih membutuhkan sistem operasi ilegal.

Dan Berikut adalah screenshot dari desktop Ubuntu 8.10 yang saya gunakan :

Gambar 1: Desktop Ubuntu 8.10

Gambar 1: Desktop Ubuntu 8.10

7 Responses to “Me, My Notebook and Linux”

  1.  
    everybodylovesnhu

    web-nya dwi pisan!
    tambahin list bwt link balik ateuh. biar link-ku numpang di sini….

    hidup majujaya00.

  2.  
    fadhly

    emang selalu ubuntu banyak menjadi pilihan orang lain karena disamping banyak yang make, supportnya juga gede.. jadi klo ada maslah, gampang.. :) dan yang nyediain reponya juga banyak.. :) baguslah.. hidup ubuntu..!! tapi klo buat server “hidup slackware….!!!”

  3.  
    Dwiasharialdy

    iya li… emang itu yang jadi salah satu alasan saya betah sama ubuntu, banyak vendor yang ngedukung, jadi gampang kalo mau nginstall aplikasi. Hampir semua aplikasi yang saya butuhkan ada di repository-nya.

    Ya, kalo server memang lebih bagus pake slackware sih. Tapi kayaknya notebook saya ini ngga bakal dipake sebagai server deh, jadi ubuntu aja deh… ;-P

  4.  
    bilety lotnicze

    Very interesting article. Thanks

  5.  
    mbarep

    mas, solusi refresh rate awal yang cuman 0Hz gmn??
    plis bantuannya, thnk u…:)

  6.  
    ryan

    sama mas, notebookku sama seperti punya mas dwi. diinstall ubuntu 8.10 64 bit pas direstart malah ga msuk di linuxnya, tp ntar aku coba yang versi i386 nya. tap ngomong ngomong mas, cara nginstall driver2nya pake driver windows itu gimana??? aku masih bingung sama “ndiswrapper” itu. tolong kasih solusinya ya mas,,

  7.  
    Dwiasharialdy

    @ryan:
    iya mas, saya juga emg pake yang versi i386, soalnya error mulu waktu coba install yang bwt amd64, g tau kenapa. Tapi kalo saya sendiri sih nyaranin mending pake yang i386 aja dulu, soalnya banyak yang jual repo-nya, kalo yang 64, susah nyarinya. Kalo mau yang 64, tungguin aja beberapa minggu lagi, mungkin ubuntu 9.04 bakal lebih baik lagi.

    ndiswrapper itu program buat nge-installin driver wireless di linux. buat lebih jelas cara installnya liat disini: http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=882003&highlight=acer+4530&page=2

Leave a Reply