Ini adalah tema yang saya buat untuk Sony Ericsson G502 saya. Saya membuatnya menggunakan Theme Creator dari Sony Ericsson. Tema yang saya buat ini mengikuti aturan dari Theme Developer guidelines yang saya peroleh dari http://www.sonyericsson.com/developer. Tema ini menggunakan standard theme versi 4.6 sehingga selain untuk seri G502, jika tidak ada bug, maka selayaknya tema ini pun kompatible untuk seri: K660, K850, W760, W890, W910, Z750 dan Z770 .

Berikut adalah screen shot yang saya ambil dari theme creator untuk tema yang saya buat – bukan dari telepon genggam saya. Jika anda memiliki salah satu seri Sony Ericsson yang telah saya sebutkan diawal dan ingin mencoba tema ini, silahkan ikuti tautan ini.

tidak-rapih.png

Berawal ketika saya menggunakan aplikasi "Character Map" di ubuntu, saya menemukan bahwa di dalam ubuntu yang saya gunakan ternyata terdapat character set untuk sundanese script atau aksara sunda. Saya tidak tahu apakah memang secara default ubuntu menyertakan karakter set tersebut atau karena saya telah menginstalkan language support untuk Bahasa indonesia sehingga character set untuk aksara sunda tersedia di komputer saya. Namun yang pasti ini adalah hal yang benar-benar baru bagi saya.

Pada saat itu character set untuk aksara sunda memang telah tersedia, namun bentuk karakternya sendiri belum ada, yang ada hanya rangkaian bilangan hexadesimal yang merepresentasikan karakter-karakter tersebut dalam format UTF-16. Hal itu disebabkan karena belum ada font yang memiliki karakter-karakter tersebut. Setelah googling, akhirnya saya menemukan font aksara sunda pada alamat: http://daluang.com/gembolan-paket-unicode-aksara-sunda-v100. Setelah download dan install, akhirnya saya bisa melihat dan menggunakan karakter-karakter tersebut di ubuntu saya.

Notebook saia ini adalah sebuah Acer Aspire 4530. Benda ini saya beli saat bulan puasa pada bulan september lalu. Saya membelinya sebelum dolar naik, jadi (mungkin) harganya masih tidak semahal saat ini. Notebook ini sangat membantu saya dalam melakukan berbagai pekerjaan baik tugas kuliah maupun kerjaan dari kantor. Yang paling penting, saya tidak perlu lagi duduk berjam-jam di depan komputer tua saya hingga pegal-pegal dan pantat saya terasa sakit saat mengerjakan kerjaan (jika anda belum tahu, saya adalah seorang tukang ketik kode program). Tapi kini saya bisa mengerjakan segala sesuatu dengan notebook ini dalam berbagai posisi: duduk; selonjoran; tengkurap; sambil nonton TV dan berbagai posisi lainnya yang tidak perlu anda ketahui. Intinya notebook ini menjadi benda terpenting bagi saya (paling tidak untuk saat ini) yang telah menggantikan komputer berusia - kira-kira - 6 tahun pemberian orang tua saya yang sebelumnya telah menjadi work horse bagi saya. Saking pentingnya benda ini untuk saya, sampai-sampai pernah membuat seseorang jealous karena perhatian saya lebih banyak tertuju pada notebook ini, namun hal ini tampaknya tidak perlu saya bahas disini ;-P

Beberapa waktu yang lalu saya sempat lupa jikalau saya mempunyai sebuah situs – sebuah situs yang terlupakan, lebih tepatnya. Saya mendapatkan kembali ingatan saya mengenai situs yang seharusnya saya kelola ini ketika salah seorang kolega menyindir saya karena saya tidak pernah meng-update situs ini – padahal beliaupun tak jauh berbeda dengan saya, malas untuk meng-update situsnya sendiri. Tapi tak mengapa, toh akhirnya saya malah merasa diingatkan untuk memanfaatkan apa yang telah saya miliki, yang telah dibeli dan dibangun dengan sejumput kerja keras dan semangat (halah!?!?!).

coba-coba

Processing adalah sebuah bahasa pemprograman open source yang ditujukan khusus untuk para desiner/seniman yang menggunakan komputer/software sebagai media kreativitasnya. Penggunaan komputer disini bukanlah seperti seorang artis menggunakan Adobe Illustrator untuk membuat sebuah gambar vektor, tetapi lebih kepada seorang artis menggunakan bahasa pemprograman (tentu saja dengan menulis algoritmanya) untuk membuat gambar/animasi. Biasanya hal seperti ini disebut sebagai computational art atau generative art atau algorithmic art. Jika anda tidak mengenal term tersebut, anda pasti pernah melihat visualisasi pada Winamp atau media player lainnya. Ya, kira-kira seperti itulah generative art. Menurut saya hal ini sangatlah unik, karena untuk untuk membuat karya tersebut sangat dibutuhkan kerjasama antara otak kanan dan otak kiri yang baik.